Limbah Sawit PT. Parna Diduga Cemari Sungai Ayak

| Share on Facebook

limbah

Anggota DPRD Minta BLH Terjun Lapangan

LENSAKAPUAS, SEKADAU – Masyarakat Desa Enpajak dusun Entingang, Entapang, Entras dan Suak Hantu  Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau diresahkan limbah pabrik kelapa sawitPeluang Pengadilan Jalanan Terbuka Lebar. Lanjut Baca ... » milik PT. Parna Agro Mas (LG Internasonal)  yang beroperasi di daerah itu.

Salah seorang warga setempat mengatakan, limbah PKS tersebut, dari kolam penampungan PT. Parna Agro  diduga mengalami kebocoran hingga luapan air limbah mengalir ke sampai Sungai Ayak.

“Kalau ada kebocoran tentunya jangan dibiarkan terus berlarut lama, sebab dapat dipastikan Sungai Ayak merupakan air digunakan warga sebagai mandi dan untuk dikomsumsi” ujar dia yang tak mau namanya dipublikasikan.

Dikatakan sumber tadi, beberapa waktu lalu luapan limbah tersebut telah mencemari Sungai Ayak, sehingga banyak ikan yang mati. Keresahan masyarakat ini sudah disampaikan ke pihak perusahaan, namun tidak ada tanggapan sama sekali. “Hingga kini limbah tersebut tetap saja ngalir ke Sungai Ayak,” ujarnya.

Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Sekadau Yodi Setiawan, S.Sos. mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar, kolam penampungan limbah milik perusahaan PT. Parna itu mengalami kebocoran dan menimbulkan dampak buruk bagi warga sekitar.

“Kita dapat laporan dari masyarakat air Sungai Ayak tercemar. Diduga kuat ada kebocoran. Untuk itu kita minta dinas terkait, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau (BLH) untuk meninjau dan melakukan uji labotorium di sepanjang jalur Sungai Ayak yang diduga tercemar itu, di hilir kolam limbah. Hasilnya agar disampaikan secara transparan kepada masyarakat yang hampir semua mengkomsumsi air sungai untuk kebutuhan rumah tangga dan mandi,” pintanya.

Odi, sapaan akrap Anggota DPRD Sekadau itu menuturkan, informasi yang ia terima dari warga di sana, karena air sungai di sekitarnya tercemar oleh limbah hasil pengolahan sawit setelah ditampung di kolam limbah, meluap atau bocor ngalir ke sungai.

“Air limbah yang mengalir terlihat coklat kehitaman dan berbuih, berasal dari kolam penampungan lansung ke Sungai Ayak, kata Meraka,” ujar Politisi Gerindra itu meniru ucapan warga.

Terkait masalah ini, Sesuai Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, limbah yang timbul akibatkan oleh aktifitas usaha dan diduga telah mencemari lingkungan hidup dapat ditindak.

Untuk itu, Odi meminta dinas terkait dalam waktu ini untuk segera melakukan peninjauan terhadap limbah PT. Parna Kecamatan Belitang Hilir Kabupaten Sekadau itu. “Kita harapkan dinas terkait segera cek ke lapangan. Jangan tunggu lama, kasian warga kita disana,” tukas politikus muda itu. ( Joy/red)

(dibaca 397 X)