Muzakir : Proses Lelang Proyek di Aceh Timur Buruk

| Share on Facebook
lsm
Muzakir, Ketua LSM KANA

LENSAKAPUAS, ACEH TIMURMTQ ke-32, Aceh Timur Ikut Pawai Ta’ruf dan Mobil Hias. Lanjut Baca ... »Ketua LSM Komunitas Anek Aceh (KANA) Muzakir menilai proses tender hingga pelaksanaan sejumlah proyek di Kabupaten Aceh Timur buruk. “Faktanya, beberepa proyek yang dibiayai dari dana APBK dan APBA, hingga masa kontrak berahir ada yang tidak dapat diselesaikan,” kata Muzakir Kamis 18 juni 2015.

Ia mencontohkan, pembuatan pagar kantor BKPP Aceh Timur yang dikerjakan pada Tahun 2014 hingga saat ini masih terbengkalai. “Pembangunan polindes di Gampong Bukit Seulemak Kecamatan Birem Bayeun pada Tahun 2013 silam hingga saat ini juga masih terbengkalai,” ungkapnya.

Padahal, kata dia, apabila mulai proses lelang dan limit waktu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, yakni cepat dan tidak ada budaya “transaksional” di dalamnya, maka proyek dimaksud pasti dapat dikerjakan dengan baik. Buruknya manajemen tender itu, sambung Muzakir, tidak terlepas dari adanya “makelar proyek” yang disinyalir kerap mengatur pembagian proyek. “Pelaku bayangan ini diduga orang-orang dekat penguasa Aceh Timut saat ini,” ucapnya.

Buruknya manajemen pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, dikatakan Muzakir, sudah menjadi rahasia umum bagi publik. Misalnya, pemenang tender belum diumumkan, tetapi sejumlah proyek sudah ada pemenangnya. Jadi, proses tender tersebut hanya formalitas belaka.

Menurut Muzakir, terjadinya praktik yang mengarah pada unsur perbuatan KKN tersebut, karena pemerintah setempat tidak menjalankan ketentuan yang ada, yakni mengacu pada Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan Petunjuk Teknis sesuai Perpres No 4 Tahun 2015 tentang LPSE.

Ketua LSM KANA ini mensinyalir, ULP dan LPSE selaku pelaksana teknis lelang berada di bawah intervensi pemerintah melalui pihak-pihak tertentu. Sehingga, tujuan utama untuk kepentingan rakyat akan terus terabaikan.  “Kalau sistemnya terus menerus seperti ini dan tidak ada niat baik dari penguasa untuk membenahi praktek kotor di lingkungannya masing – masing, maka kondisinya akan terus terpuruk seperti ini.” tandas Muzakir.  (Alam)

(dibaca 807 X)