Pemeriksaan IVA Dalam Rangka Hut Ke-71 Persit Kartika Chandra Kirana

| Share on Facebook

IVA2

LENSAKAPUAS, PALANGKARAYA –   Persit Kartika Chandra Kirana Korcab Rem 102/Pjg dan Dharma Pertiwi menggelar pemeriksaan IVA (Inveksi Visual Asam Asetat) bagi wanita yang sudah berkeluarga di Rumah Sakit TNIKodam XII/Tpr Buka Pendaftaran Taruna/Taruni Akmil. Lanjut Baca ... » AD Denkesyah 12.04.02 Jalan Diponegoro Palangka Raya Kalimantan Tengah, Senin (6 Maret 2017).

Pemeriksaan IVA digelar dalam rangka memperingati HUT ke-71 Persit Kartika Chandra Kirana dan HUT ke- 53 Dharma Pertiwi. Pemeriksaan IVA diikuti lima puluh anggota Persit dan Dharma Pertiwi yang ada di Wilayah Kalimantan Tengah.

Karumkit 12.04.02 Palangka Raya Mayor Ckm dr. Lucky. S, Sp.Og menyampaikan bahwa pemeriksaan IVA adalah pemeriksaan leher rahim atau  serviks  dengan cara melihat langsung  atau  dengan mata telanjang pada leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3 hingga 5 persen.

“Dengan cara ini kita dapat mendeteksi kanker rahim sedini mungkin,   pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kanker leher rahim dan juga skrining alternatif dari pap smear karena biasanya lebih murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi”, terang dr Lucky.

Selain Persit Kartika Chandra Kirana Korcabrem 102/Pjg, Pemeriksaan IVA  juga digelar oleh  Persit Kartika Chandra Kirana Korcabrem 121/Abw  di Rumah Sakit Pratama Jalan MT Haryono KM 03 Kapuas Kanan Hulu, Sintang,

Senada dengan dr Lucky, Karumkit Pratama Sintang dr Rudi Kaprisyah, Sp.Og menjelaskan bahwa setelah serviks diulas dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna pada serviks yang dapat diamati secara langsung.

“Dibutuhkan waktu satu sampai dua menit untuk dapat melihat perubahan pada jaringan epitel.   Serviks yang diberi larutan asam asetat, Efek akan menghilang sekitar 50 sampai 60 detik sehingga didapat hasil gambaran serviks yang normal berwarna merah homogen atau bercak putih disebut displasia menunjukan perkembangan sel dan jaringan yang tidak normal”,  papar dr Rudi Kaprisyah.

(dibaca 130 X)