PGK Motivasi Pemuda Peduli Perbatasan

| Share on Facebook

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Diskusi publik “Potret Nasionalisme dan Keadilan di Daerah Perbatasan”  yang diinisiasi Perhimpunan Gerakan Keadian (PGK) dengan menghadirkan empat narasumber, Prof. DR. Eddy Suratman (Akademisi), Ade Reza Haryadi (Waketum DPP PGK), Agapitus (Plt AMAN Kalbar) dan Maman Abdurrahman ST, bertujuan menggugah semangat nasionalisme terutama di daerah perbatasan.

Forum diskusi yang ikuti puluhan aktivis pemuda dan mahasiswa Kalbar tersebut membahas beberapa poin penting menyangkut keberadaan pemuda dan perannya  dalam menyikapi pembangunan di wilayah perbatasan. 

PGK selaku ini inisiator berharap, dengan menggandeng  kelompok Cipayung (PMKRI, GMNI, GMKI, HMI, dan PMII) mengadakan peringatan HUT Proklamasi di daerah perbatasan, menginginkan agar bisa dijadikan momentum untuk konsolidasi dan meningkatkan spirit kebangsaan mahasiswa dan pemuda di Kalbar dengan melakukan berbagai kegiatan positif  di masa mendatang.

Hal yang Kedua, menyangkut persoalan  infrasturktur  jalan, sekolah, dan pelayanan kesehatan di daerah perbatasan yang masih terabaikan,  perlu mendapat perhatian yang lebih serius dari Negara.

Ketiga, PGK memotivasi pemuda lintas organisasi untuk mengangkat isu-isu daerah perbatasan, terutama soal keterbelakangan dalam segi pembangunan. Realitas tersebut dinilai sebagai bukti nyata terjadinya disparitas dalam pembangunan.

Selanjutnya dipaparkan, nasionalisme Warga Negara Indonesia di daerah perbatasan harus bisa menggerakan pemupukan semangat nasionalisme di bidang budaya dan ekonomi.  Poin Kelima, Kondisi aktual kebangsaan saat ini masih banyak menampilkan sisi negatif dari pembangunan dengan realitas keadaan masyarakat Indonesia khususnya di wilayah perbatasan. Situasi ini memberikan suatu gambaran  masih terjadi ketimpangan pembangunan.

Poin terakhir yang menjadi sorotan forum diskusi, perlunya  perhatian serius dari pemerintah untuk wilayah perbatasan. Alasannya, karena berkaitan langsung dengan kedaulatan teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(nv/alm)

(dibaca 928 X)