PLBN Dibuka Maksimalkan Potensi di Kalbar

| Share on Facebook
IMG-20171028-WA0052

Caption FOTO: Gubernur Kalbar Cornelis Ketika meninjau PLBN Auk Sambas, beberapa waktu lalu. Ft. ISTIMEWA

LENSAKAPUAS, BENGKAYANG –  Diresmikannya tiga pos lintas batas negara (PLBN), Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengatakan pemerintah Kalbar berkomitmen untuk memaksimalkan berbagai potensi di wilayah Kalbar. “Dengan diresmikannya tiga Pos Lintas Batas Negara RI di Kalimantan Barat maka harus terus berbenah. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan, maupun produk kerajinan harus dimaksimalkan agar bisa diekspor ke Malaysia, melalui tiga PLBN itu,” kata Cornelis saat menyampaikan sambutannya pada acara Sosialisasi  Mengenal Perbankan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan tahun 2017 yang berlangsung di Aula Kantor Camat Sajingan, Sabtu (28/10).

Karena itu pemerintah melalui perbankan terus mendorong peran serta dan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya. Caranya dengan menemukan produk dan selalu berinovasi agar memiliki nilai ekonomis.  Ia menambahkan dengan memaksimalkan berbagai sektor itupula sudah seharusnya Indonesia akan manjadi pasar bagi warga negara Malaysia. Produk-produk itu dihasilkan masyarakat yang tinggal diwilayah perbatasan.

Sementara itu sosialisasi mengenal perbankan dalam rangka Bulan Inklusi Kuangan yang digelar oleh Bank Kalbar, yang bekerja sama dengan Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan dijelaskan Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berusaha meningkatkan inklusif keuangan dan literasi keuangan.

Inklusif keuangan yang merujuk pada jumlah orang yang mejadi nasabah atau pengguna jasa keuangan di Indonesia seperti menyimpan uang yang aman, transfer, pinjaman, Investasi dan asuransi.

Bank Indonesia membuat sebuah kebijakan untuk meningkatkan Inklusif Finansial yang disebut dengan kebijakan keuangan inklusif yang berbentuk pandalaman layanan keuangan dengan sasaran orang-orang kelas menengah kebawah, sehingga dapat diartikan bahwa layanan perbankan tidak hanya melayani untuk kelas menengah ke atas semata, karena setiap warga Negara Indonesia berhak untuk dapatkemudahan akses terhadap produk finansial. Dalam hal finansial, literasi keuangan dapat diartikan sebagai kecakapan atau kesanggupan dalam dalam hal keuangan.

Inklusif keuangan diharapkan dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan efisiensi ekonomi, mendukung stabilitas keuangan, megurangi shadow banking, atau iresponsible finance, memberikan potensi pasar baru bagi perbankan, mendukung peningkatan human depelopmen index (HDI) Indonesia, berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional yang berkelanjutan, mengurangi kesenjangan (inequality) dan regiditas low income trap, sehigga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya berujung pada penurunan tingkat kemiskinan.

(dibaca 41 X)