Proyek Air Bersih Desa Lesa Bela Bengkayang Amburadul

| Share on Facebook
DSC01884
Foto Investgs

LENSAKAPUAS, BENGKAYANG – Proyek air bersih yang bersumber dari DAK / DAU Ta. 2010 – 2013 di Desa Lesa Bela Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat amburadul. Proyek milik Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWS) yang seharusnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat itu, pengerjaannya terkesan asal – asalan alias asal ada laporan. Sebagaimana diungkap oleh DPD Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kalbar belum lama ini.

“Pekerjaannya amburadul, diduga proyek itu tanpa melalui proses perencanaan yang baik. Ada indikasi ‘kongkalikong”’antara pihak PPK BWS Kalimantan I  dengan kontraktor pelaksana untuk meraup keuntungan yang besar. Sehingga, disinyalir ada unsur korupsiSidang Tipikor Irigasi Jangkang, Saksi Buka Kartu. Lanjut Baca ... » dalam proyek ini,” duga Budi Gautama Ketua DPD AWI Kalbar.

Realisasi proyek miliaran rupiah itu menurut Budi, progresnya pelaksanaan di lapangan tidak sebanding dengan anggaran yang dikucurkan. “Pantauan langsung di lokasi, penetapan sumber, pembuatan bak penampung, pemasangan pipa jaringan dan pembuatan kran umum terkesan asal jadi. Tapi anehnya, pihak Balai Wilayah Sungai Kalimantan I terkesan tutup mata dan melakukan pembiaran,” kata dia.

Penyataan kecewa atas terbengkalainya proyek tersebut juga dilontarkan oleh warga setempat. “Sumber air yang didambakan masyarakat, mulai proses pekerjaan selesai Tahun 2013 hingga saat ini, setetespun tidak mengalir,” ungkap sumber yang enggan ditulis identitasnya.

Seharusnya, kata dia, dengan adanya bangunan penampung air bersih di Desa Lesa Bela maka, ketika musim kemarau tiba masyarakat dapat memanfaatkan sumber air dari bangunan proyek yang dibuat itu.

Ia pun mengaku heran atas penetapan sumber air oleh kontraktor pelaksana proyek. “Padahal ada mata air yang agak sedikit jauh dan layak dipakai, tetapi pihak kontraktor lebih memilih yang dekat.  Nyatanya hingga saat  ini tidak bisa menyuplai air dengan baik, pipa ratusan  meter itu terbuang begitu saja,” sebutnya.

Mengenai pembuatan bak penampung, dikatakan Ketua DPD AWI Kalbar Budi Gautama, penempatannya juga tidak pada lokasi yang strategis, sehingga tidak dapat menyuplai air kepada masyarakat Desa Lesa Bela secara menyeluruh. “Masyarakat bingung, karena sebagian besar masyarakat tidak bisa menikmati air bersih itu, padahal anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini sangat besar,” ucap Budi.

Dikatakannya, bahwa hasil investigasi di lapangan,  pihak menemukan pemasangan pipa dari sumber air ke bak penampung sangat tidak rasional. “Lubang tempat masuknya pipa dari sumber dilubangi setelah pembuatan bak penampung, sehingga terlihat sangat tidak layak. Secara kasat mata saja, dapat terlihat dengan kalau pekerjaan itu asal – asalan alias asal jadi”.

Secara terpisah, Ketua Lembaga Investigasi Pembangunan Anak Negeri Kesatuan Republik Indonesia LIP-NKRI Kalbar, Yudi Firmasyah SH mengaku miris atas realisasi proyek yang terkesan tanpa perencanaan itu.  “Semestinya sebelum melaksanakan kegiatan, dilakukan survei yang baik terlebih dahulu. Kalau hasil kerjaan seperti itu, wajar bilamana dituding perencanaan abal-abal. Sangat disayangkan proyek miliaran, tapi realisasinya tidak sebanding dengan nilai anggarannya. Jadi, saya minta proyek ini untuk dievaluasi dan kepada Pimpro saya ingatkan jika tidak berniat untuk memperbaiki sesuai spesifikasinya, maka proyek ini akan kami laporkan ke kejaksaan,” ancam Yudi.  (Tim/ Red)

(dibaca 706 X)