Proyek Jembatan Kedamin II Putussibau Telan Korban Jiwa

| Share on Facebook

jembatan kedamin

Herman Kalau Ada Indikasi Penyimpangan Kami Lapor KPK

LENSAKAPUAS, PUTUSSIBAU – Proyek penggantian Jembatan Kedamin II Cs di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemprov Kalimantan Barat yang tanpa disertai pemasangan plank tanda rambu kegiatan itu menelan korban.

Hal tersebut diungkap oleh salah satu warga setempat kepada sejumlah media dan LSM yang melintasi jembatan yang sedang dalam masa pekejaan itu. Menurut penuturan sumber yang tidak mau namanya dipublikasi itu menyebutkan, bahwa belum lama ini keluarganya menjadi korban akibat tidak terpasangnya rambu-rambu pada kegiatan proyek tersebut, sehingga rawan terhadap keselamatan bagi pengguna jalan dan pekerjanya.

Selain itu, menurut dia pelaksana juga tidak ada memasang lampu penerangan yang memadai pada malam harinya maupun pagar pengaman pada sisi jalan yang sedang dibangun jembatan itu. “Kan sangat fatal bagi keselamatan masyarakat pengguna jalan,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Lembaga Investigasi Pembangunan Negara Republik Indonesia (LIP-NKRI) Budi Gautama menjelaskan, apabila begitu adanya maka bisa dikatakan bahwa pihak pelaksana telah melalaikan tanggung jawab dalam hal keselamatan kerja. “Seharusnya pihak pelaksana dari awal memasang rambu-rambu peringatan untuk memberi tanda kepada pengguna jalan, yang menandakan sedang ada kegiatan proyek,” kesal dia.

Fakta itu, kata Budi, merupakan suatu pembelajaran bagi kontraktor pelaksana maupun pihak terkait lainnya. “Baru dari sisi rambu-rambu saja sudah lalai, apa lagi bicara mutu pekerjaannya,” imbuh Sektertaris LIP NKRI seraya memprediksi soal kualitas hasil pekerjaan nantinya. Untuk itulah, pihaknya berjanji akan melakukan croscek langsung ke lapangan.

Selain ke kontraktor, ia pun sudah mempertanyakan persoalan tersebut melalui surat resmi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Kalbar yang beralamat Jalan Subarkah Pontianak, untuk meminta klarifikasi atas dugaan penyimpangan pada paket Penggantian Jembatan Kedamin II Cs Kabupaten Kapuas Hulu APBN 2017.

Berdasarkan hasil investigasi Tim Lembaga DPD LIP-NKRI dan lembaga lain bersama wartawan ke lapangan, ditemukan bahwa proyek Penggantian Jembatan Kedamin II senilai Rp21.641.474.000,00 dikerjakan oleh PT. Selaras Usaha Bersama yang berdomisili Jl. Lintas Selatan No. 8 Putussibau Selatan – Kapuas Hulu – Kalimantan Barat.

“Realisasi pekerjaan fisik tersebut, ditemukan beberapa point bentuk pekerjaan yang terindikasi adanya penyimpangan dan kejanggalan yang patut dipertanyakan. Plang nama proyek tidak ada, rambu-rambu peringatan kegiatan proyek juga tidak terdapat di lapangan,” ungkap Ketua DPD LIP-NKRI.

Begitupun halnya dengan Ketua DPD Aliansi Wartawan (AWI) Kalbar Herman,SE. Ia pun mengamini pernyataan rekannya. “Tinggal melihat hasil akhir pekerjaannya nanti. Jika ditemui menyalahi ketentuan dan tidak sesuai spesifikasi, kita berjanji akan melaporkan ke pusat, baik itu Kementerian PU, BPK-RI dan KPK-RI jika terbukti adanya indikasi penyimpangan,” janji Herman.

Melihat kualitas kerja di lapangan saat ini, lanjut dia, dirinya mengaku sangat kecewa. “Seharusnya proyek APBN ini dikerjakan dengan baik dan profesional supaya bisa bermanfaat untuk jangka panjang, bukannya baru dikerjakan sudah menewaskan masyarakat pengguna jalan,” kesal Herman.

Untuk itu ia meminta kepada instansi berwenang terkait agar aktif turun ke lapangan. “Jangan cuma bisanya mendengarkan laporan yang baik-baik saja. Sebab, jalan itu merupakan jalan negara dan akses transportasi hulu dan hilir sebagai urat nadi perekonomian, khususnya di daerah perhuluan,” tandas Ketua DPD AWI Kalbar.

Hingga berita ini diturunkan, Tasmono selaku PPK proyek dihubungi melalui pesan singkat SMS maupun via HP tidak memberikan respon apapun. (Tim)

(dibaca 680 X)