Rakertek Rencan Sanitasi Program Kesehatan dan Gizi di melawi

| Share on Facebook

mlw

LENSAKAPUAS, MELAWI – Program Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat (PKGBM) guna menurunkan “stunting” targetnya akan dilaksankan di 1600 desa di 704 wilayah puskesmas pada 499 kecamatan dan 64 Kabupaten yang berada di 11 propinsi. Untuk Kalbar, program tersebut pada 3 desa di tiap Puskesmas  di Propinsi Kalimantan barat, dengan target pencapaian dari total target 50% atau 800 desa dari total target  bisa SBS atau ODF (Open Defecating Free).

Terkait adanya program Kesehatan dan gizi yang berbasis masyarakat tersebut tanggal 7 s/d 10 Oktober 2015 kabupaten MELAWI menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis Perencanaan Program dengan melibatkan Camat, Kepala desa dan dinas-dinas terkait yang di pimpin oleh kepala dinas kesehatan atau yang mewakili ‘Dr.Gunadi Linoh’.

Rapat Kerja yang di laksanakan di Hotel Amadeus Melawi itu juga di hadiri oleh Dinas Kesehatan Propinsi Kal-bar dan di awali dengan penyampaian paparan sekaligus sambutan kepala dinas Kesehatan Melawi ‘Dr.Gunadi Linoh’ yang menyampaikan beberapa pemaparan betapa pentingnya kesehatan dan perbaikan gizi yang menurutnya permaslahan gizi yang terjadi pada anak terutama yang di sebabkan secara langsung oleh rendahnya asupan gizi dan masalah kesehatan (Infeksi) serta berat badan pada bayi lahir yang rendah dan juga asupan gizi dan masalah kesehatan merupakan dua faktor yang saling mempengaruhi, yaitu penyakit yang menyebabkan asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh menjadi berkurang dan sebaliknya asupan gizinya yang kurang hingga menyebabkan mudah terserang penyakit, sementara maslah gizi tersebut juga memiliki pengaruh secara tidak langsung pada tingkat keluarga yang diantaranya kesediaan makanan, pola asuh dan sanitasi termasuk masalah pelayanan kesehatan itu sendiri, yang juga dari seluruh faktor penyebabnya  dipengaruhi oleh beberapa akar permasalahan, yaitu faktor sosial ekonomi, infrastruktur jalan, lapangan kerja, sumber makanan, pendidikan dan fasilitas kesehatan serta kwalitas perawatan kesehatan termasuk lingkungan (sanitasi) yang dapat disimpulkan sebagai peyebab anak balita stunting. Paparnya.

Untuk mencapai target tersebut di atas, maka akan dilakukan berbagai kegiatan terkaitsanitasi seperti sosialisasi dan worshop perencanaan tingkat propnsi, tingkat kabupaten/ kecamatan, TOT pemicu STBM, pelatihan bagi tim pemicu STBM Puskesmas dan desa serta pendampingan bagi para wirausaha sanitasi, pemantauan STBM dan verifikasi SBS, dimana untuk mencapai program yang di targetkan perlu dilakukan perencanaan yang di awali dengan Rakertek Perencanaan program yang di selenggarakan di Hotel Amadeus yang tentunya pada akhirnya perlu juga mendapat dukungan semua pihak agar tercapainya program tersebut. (Budi/Jas)

 

(dibaca 389 X)