SAPMA Pemuda Pancasila Kutuk Neo PKI Berembrio di Aceh

| Share on Facebook

 logo-pki

LENSAKAPUAS, ACEH – Gerakan baru (Neo) Partai Komunis Indonesia (PKI) sepertinya mulai menapak jejaknya di Aceh. Hal ini terbukti dengan adanya logo berlambang palu arit di tembok belakang kampus IAIN Zawiyah Cot Kala yang terletak di Desa Meurandeh Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

Ikhwal logo paartai terlarang di Indonesia ini berawal dari keterangan mahasiswa IAIN Zawiyah Cot Kala yang tanpa sengaja menemukan lambang palu arit di tembok belakang kampus tersebut, Senin (5/12/2016).

Lantas, mahasiswa bersangkutan mengirim foto logo PKI dimaksud keberapa seniornya. Akhirnya melalui layanan media sosial WhatshaAp beredar luas dikalangan jurnalis, Selasa (6/12/2016).

Setelah foto itu beredar, pihak kampus IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa melalui petugas Satpam setempat menghapus logo dimaksud dengan cat berwarna putih sehingga tidak lagi tampak lambang palu arit dan tulisan Partai Komunis Indonesia (PKI) Langsa Aceh, NAD.

Menyikapi penemuan itu, Sekretaris SAPMA Pemuda Pancasila Kota Langsa, Sukma M Thaher mengutuk keras siapa saja yang telah membuat logo PKI di tembok kampus IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa itu.

“Kami mengutuk keras munculnya neo PKI di Aceh. Mari bersama mencegah berkembangnya embrio PKI di tanah rencong ini,” tegas Sukma.

Menurut Sukma, pelaku pembuatan gambar dan logo PKI itu adalah orang yang memang telah bergabung dengan PKI. Mustahil perbuatan itu dilakukan orang iseng semata.

Karenanya, ia meminta para generasi muda khususnya mahasiswa di lingkungan kampus IAIN Zawiyah Cot Kala dan Universitas Samudra untuk mengantisipasi adanya penyusup berideologi komunis di lingkungan kampus.

“Sangat penting mawas diri dan mengantisipasi susupan ideologi komunis di kampus-kampus,” paparnya.

Dalam rangka meminimalisir dan mengantisipasi masuk dan berkembangnya ideologi komunis di lingkungan kampus, Sukma beserta jajarannya akan terus berupaya mengembangkan SAPMA Pemuda Pancasila di tengah-tengah kehidupan mahasiswa dan menjadikan mereka sebagai garda terdepan melawan rong-rongan bahaya laten. Alam

(dibaca 239 X)