Sarjana Pendamping Desa se-Kalbar Dibekali Pelatihan Pratugas

| Share on Facebook

pendamping-desa

LENSAKAPUAS, PONTIANAK -Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmingrasi menyelenggarakan pelatihan pratugas bagi calon pendamping desa Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan di gelar aula Hotel Mercure Pontianak, Rabu (16/11).

Deputi Bidang Peningkatan Kapasitas Seknas P3MD Kementerian PDT Nur Cholies menjelaskan, tujuan pelatihan yang diselenggarakan pihaknya tersebut dalam rangka untuk membekali para calon pendamping desa yang akan bertugas di semua kecamatan yang tersebar di Provinsi Kalimantan Barat.

”Tapi sebelum ditempatkan, terlebih dahulu mereka  kita bekali  dengan beberapa kebijakan regulasi  terkait dengan tupoksi yang harus mereka laksanakan,” kata dia.

Adapun materinya, lanjut Cholies, adalah terkait rencana implementasi undang-undang desa. Mulai dari regulasi, kebijakan-kebijakan, praktek-praktek memfasilitasi, serta penyusunan anggaran yang ada di desa.

Untuk penyelenggara pelatihan, kata dia, pihaknya menggandeng Event Organiser  (EO) yang ditentukan melalui tender, yakni  PT. Adi Cipta.

“PT. Adi Cipta  yang akan melaksanakan semua kegiatan tersebut mulai dari pencarian hotel, mengkoordinasikan pihak satker untuk mengundang para pelatih dan para peserta pelatihan,” terang Deputi.

Dalam kegiatan tersebut, jelas dia, pesertanya berjumlah 219 peserta, yang terdiri dari  seluruh pendamping desa yang hasil rekrutan 2015-2016  di Provinsi Kalbar. “Pendamping desa  itu semua adalah tamatan S1. Peserta  tidak kita batasi, pendamping desa ada untuk pemberdayaan dan khusus tehnik infrastruktur,” jelas Cholies.

Mengenai kompetensi, PDTI harus  lulusan  dari tehnik sipil, karena yang menjadi prioritas pembangunan  desa pada saat ini adalah untuk pembangunan infrastruktur terutama di daerah-daerah yang tertinggal.

“Pendamping desa kita butuhkan yang mempunyai latar belakang disiplin. Dengan begitu  mereka diharapkan  mampu membantu desa dalam rangka penyusunan design RAP, mengawal pelaksanaan pembangunan, sehingga apa yang direncanakan sesuai dengan yang diinginkan,” tandas ungkap Nur Cholies.  (Novi)

(dibaca 182 X)