Selama 2 Bulan, Polda Kalbar Ungkap 34 Kasus Curanmor

| Share on Facebook
IMG_20160518_123312

Kapolda KalbarKapolda : Pentingnya Tertib Berlalu Lintas. Lanjut Baca ... » Brigjen Pol Arief Sulistyanto memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus curanmor periode April – Mei 2016 di Mapolda kalbarHari Pertama Kapolda Baru Kalbar Ngantor. Lanjut Baca ... ».

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Jajaran Kepolisian (PoldaKapolda : Pentingnya Tertib Berlalu Lintas. Lanjut Baca ... ») Kalbar selama periode April – Mei 2016, berhasil mengungkap 34 perkara pencurian kendaraaan bermotor (curanmor) dengan tersangka 38 0rang, dan barang bukti (BB) 43 kendaraan bermotor (ranmor) dan yang ada di mapolda ada 15, ada 19. Itu hasil penyitaan BB di Reskrimum Polda dan Polresta. Hal tersebut disampaikan Kapolda Brigjen Pol Arief Sulistyanto ketika menggelar konfrensi pers di Mapolda, Rabu (18/05).

Dijelaskan Kapolda, mengenai modus yang digunakan para tersangka, ada 3 modus. “Pertama, merusak kunci kendaraan sepmot pelaku. Kedua, yakni dengan cara meminjam ranmor milik korban, setelah itu dibawa ke tukang duplikat kunci untuk dibuatlah kunci duplikat. Selanjutnya kendaraan dikembalikan ke pemilik, ketika motor tersebut diparkir oleh pemiliknya, maka dengan mudah dia mencuri ranmor menggunakan kunci duplikat tadi. Modus ketiga yakni, karena akibat kelalaian korban sendiri, yang mana korban memarkirkan kendaraannya dengan kunci masih menempel,” ulas Kapolda Arief.

Untuk BB yang ada, lanjutnya, akan dipinjampakaikan ke pemilik. “Hari ini kita hadirkan para pemilik kendaraan bermotor untuk langasung kita pinjam pakaikan supaya dirawat, dengan catatan tidak boleh dirubah, tidak boleh dijual, dan tidak boleh dipindahtangankan. Kemudian jika diperlukan untuk proses penegakan hukum harus diserahkan. Jadi, kalau nanti BB itu hilang, akan ada sanksinya,” kata dia.

Dikatakannya, bahwa semua peminjam pakai tidak ada biaya sepeserpun yang diminta. “Tadi sudah saya wanti -wanti, kalau ada pihak yang mengatasnamakan Penyidik atau mengatasnamakan anggota kepolisian meminta jasa peminjaman ini, itu bohong. Kalau ada yang melakukan itu, laporkan ke kami atau ditangkap dan serahkan kepada kami,” tegas Kapolda Arief.

Selanjutnya terhadap para pelaku, tandas orang nomor satu Korps Bhayangkara Kalbar itu, akan dikenakan pasal berlapis. “Pasal yang didakwakan kepada para pelaku ini berlapis, Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 5 Tahun, yang kedua kami terapkan juga UU TPPU dengan ancaman maksimal 15 Tahun baik kepada pelaku mapun kepada pembelinya,” ancam Brigjen Pol Arief Sulistyanto.  Dengan demikian, sambungnya akan memberikan efeck jera kepada pelaku, dan para pelaku akan berhenti atau tidak ada lagi yang melakukan perbuatan serupa. (Novi)

 (dibaca 350 X)