Yonif Raider 641/Beruang Kembali ke Bumi Khatulistiwa

| Share on Facebook

IMG_1567

LENSAKAPUAS, PONTIANAK – Setelah melaksanakan tugasnya selama  sembilan bulan sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia – Republik Demokrtik Timor Leste (RI-RDTL) di Nusa Tenggara Timur, Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 641/Bru dibawah pimpinan Letkol Inf Wisnu Herlambang selaku Komandan Batalyon (Danyon) sekaligus Komandan Satgas (Dansatgas) kembali ke Bumi Khalistiwa, Minggu (16/04).

Dengan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Hading dengan nomor lambung 538 sejumlah 350 Prajurit Yonif Raider 641/Bru bersandar pada Pukul 10.00 Wib di pelabuhan Dwi Kora Pontianak Kalimantan Barat.

Komandan Yonif 641/Bru Letkol Inf Wisnu Herlambang menjelaskan tentang kegiatan yang dilaksanakan Satgas Yonif Raider 641/Bru di wilayah Nusa Tenggara Timur, bahwa pihaknya tidak hanya melaksanakan tugasnya mempertahankan keutuhan Wilayah NKRI, melainkan juga melaksanakan kegiatan membantu Pemerintah Daerah setempat serta menggelar kegiatan bidang teritorial dalam rangka mempererat kemanunggalan TNIKasdam Lepas Yonif 132/Bima Sakti. Lanjut Baca ... » dan Rakyat.

“Menggagalkan barang ilegal diantaranya penyelundupan kendaraan bermotor, yang paling marak adalah penyelundupan bahan bakar minyak, saat mau kembali berhasil mengamankan  tujuh ribu liter BBM yang akan diselundupkan ke Timor Leste”, papar Danyon.

Selain itu kata Wisnu, bahwa Satgas juga membantu masyarakat dengan puluhan ribu polibek yang ditanami ubi ungu lalu diserahkan kepada masyarakat disekitar pos-pos serta bersama-sama masyarakat menanam ubi ungu, katanya.

“Pembinaan teritorial juga kita laksanakan dengan membagi-bagikan sembako sejumlah 1800 paket”.

Sementara untuk bidang sosial, Satgas Yonif Raider 641/Bru melakukan pengobatan massal 6000 masyarakat dan melakukan sunatan massal yang bekerja sama dengan dinas kesehatan Kabupaten Belu dengan 600 pemuda yang ikut sunatan massal”, terang Danyon.

Saat ditanya oleh awak media hal apa yang paling berkesan dalam penugasan, Danyon mengungkapkan bahwa Satgas diterima dengan baik oleh masyarakat di daerah penugasan karena itu merupakan bekal awal atau modal awal untuk bisa melaksanakan tugas dengan baik, pungkas Danyonif Raider 641/Bru Letkol Inf Wisnu Herlambang.

(dibaca 165 X)