Perkuat Kemitraan Stra...

Perkuat Kemitraan Strategis, Prabowo Subianto Usung Semangat Kolektif "Berjalan Bersama" dengan Korea Selatan

Ukuran Teks:

LensaKapuas.com, Jakarta – Komitmen untuk mempererat jalinan persahabatan serta kemitraan strategis antara Indonesia dan Republik Korea ditegaskan kembali oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. Dalam sebuah momen diplomatik yang penuh makna, Prabowo menggarisbawahi pentingnya kolaborasi jangka panjang dengan mengutip pepatah Korea yang mendalam, "Hamkke Gamyeon Meolli Ganda," yang secara harfiah bermakna, "Jika kita berjalan bersama, kita akan melangkah jauh." Ungkapan ini menjadi fondasi bagi visi kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan bagi kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo Subianto saat menghadiri jamuan makan siang kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Acara prestisius ini berlangsung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae, pada hari Rabu, 1 April 2026. Pertemuan tingkat tinggi ini menandai sebuah babak baru dalam dinamika hubungan bilateral yang telah terjalin erat selama puluhan tahun.

Dalam sambutannya yang disampaikan di hadapan para tamu terhormat dan hadirin sekalian, Prabowo membuka dengan sapaan hangat, "Annyeong haseyo." Beliau kemudian menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas jamuan yang diberikan, seraya mengungkapkan kepuasannya terhadap diskusi-diskusi yang telah berlangsung. Pembicaraan sebelumnya dinilai sangat produktif dan menghasilkan kesepahaman yang membuahkan hasil konkret bagi kepentingan bersama kedua negara.

Kehadiran Prabowo di Cheong Wa Dae bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan representasi dari upaya serius untuk memperdalam ikatan diplomatik dan ekonomi. Cheong Wa Dae sendiri, yang dulunya merupakan kantor dan kediaman resmi Presiden Korea Selatan, kini telah dibuka untuk publik sebagai simbol transparansi dan keterbukaan, menambah nuansa historis pada pertemuan penting ini.

Prabowo secara khusus menyoroti peningkatan status hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus. Perubahan status ini merupakan sebuah tonggak penting yang menunjukkan level kepercayaan dan kesamaan visi yang tinggi antara Jakarta dan Seoul. Kemitraan ini melampaui sekadar transaksi ekonomi, mencakup dimensi politik, keamanan, sosial-budaya, dan teknologi.

Beliau meyakini bahwa peningkatan kemitraan ini akan membawa manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di kedua negara. Dampak positifnya diharapkan tidak hanya terasa dalam waktu dekat, tetapi juga mampu memperkuat fondasi hubungan yang telah menyatukan Indonesia dan Korea Selatan. Kedua bangsa, menurut Prabowo, memiliki banyak kesamaan dalam sejarah dan kepentingan strategis yang saling beririsan di kancah global.

Lebih lanjut, Prabowo melayangkan pujian setinggi-tingginya atas kemajuan pesat yang telah dicapai oleh Republik Korea. Negara di Semenanjung Korea ini telah berhasil mentransformasi diri menjadi kekuatan industri, sains, dan teknologi yang sangat maju dalam waktu relatif singkat. Pencapaian luar biasa ini menjadi inspirasi berharga bagi Indonesia.

Menurutnya, capaian Korea Selatan ini sekaligus membuka peluang besar untuk memperkuat kolaborasi yang saling melengkapi. Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia yang melimpah, dapat bersinergi dengan keunggulan teknologi dan inovasi Korea Selatan. Potensi kerja sama ini mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari energi terbarukan, industri pertahanan, hingga ekonomi digital.

Prabowo juga mengenang kembali perjuangan gigih yang harus dilalui oleh kedua negara untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan. "Kedua negara kita harus berjuang sangat keras untuk meraih kemerdekaan," ujarnya, menggambarkan benang merah historis yang mengikat Indonesia dan Korea Selatan. Republik Korea, melalui ketekunan dan determinasi, berhasil bangkit dari keterpurukan pasca-perang untuk menjadi negara industri terkemuka.

"Kami mengagumi pencapaian Anda. Kami mengagumi kedisiplinan, kerja keras, dan semangat Anda untuk selalu mengatasi berbagai tantangan," imbuh Prabowo, menyoroti nilai-nilai fundamental yang mendorong kemajuan Korea Selatan. Pengakuan ini bukan sekadar basa-basi diplomatik, melainkan refleksi dari penghargaan tulus terhadap etos kerja dan resiliensi bangsa Korea.

Dalam konteks inilah, Prabowo kembali mengutip pepatah Korea yang telah menjadi inspirasi. "Saya memahami ada pepatah Korea yang sangat dihargai, yang berbunyi: ‘Hamkke gamyeon meolli ganda.’ Jika kita berjalan bersama, kita akan melangkah jauh," ucapnya. Ungkapan ini tidak hanya sebuah kutipan, melainkan sebuah filosofi yang diusung untuk membangun semangat kerja sama jangka panjang.

Visi kolaborasi ini dirancang tidak hanya untuk menguntungkan generasi saat ini, tetapi juga untuk memberikan warisan positif bagi generasi mendatang kedua negara. Prabowo menekankan bahwa setiap langkah, setiap kesepakatan, dan setiap upaya yang dilakukan hari ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih cerah dan stabil bagi Indonesia dan Korea Selatan. Hal ini mencerminkan pemikiran strategis yang berorientasi jauh ke depan.

Menutup sambutannya, Prabowo mengajak seluruh hadirin untuk berdiri dan mengangkat gelas. Momen toast ini menjadi simbol kebersamaan dan persahabatan yang diharapkan akan terus tumbuh dan menguat. Beliau berharap ikatan antara Indonesia dan Republik Korea akan langgeng, mampu melewati berbagai ujian waktu, dan tetap kokoh di tengah dinamika global yang senantiasa berkembang.

"Izinkan saya mengajak Yang Mulia, para tamu terhormat, dan rekan-rekan sekalian untuk berdiri dan bersama-sama mengangkat gelas, untuk persahabatan yang langgeng dan terus semakin erat antara Indonesia dan Republik Korea," kata Prabowo. "Persahabatan yang akan bertahan menghadapi ujian waktu dan tetap kokoh di tengah dinamika global yang terus berkembang. Kamsahamnida," pungkasnya, mengakhiri pidatonya dengan ucapan terima kasih dalam bahasa Korea.

Sumber: news.detik.com

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan